Pada menu Cuti, Admin dapat membuat kebijakan cuti sesuai dengan kebutuhan dan peraturan di perusahaan masing-masing (baca cara membuat kebijakan cuti disini). Namun Sleekr juga telah menyediakan 3 (tiga) jenis cuti default, yaitu:

1. Cuti tahunan

Berdasarkan Undang-Undang No.13 tahun 2003 Pasal 79 ayat (2) tentang ketengakerjaan, karyawan yang berhak mendapat cuti tahunan 12 hari adalah karyawan yang sudah bekerja minimum 1 tahun di perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan berwenang untuk menolak permintan cuti dari karyawan yang belum genap 1 tahun bekerja. Apabila perusahaan bersedia memberikan ijin, maka disebut sebgai “cuti di luar tanggungan” dan perusahaan dapat memotong gaji pekerja tersebut secara pro-rata sesuai dengan jumlah ketidak-hadirannya. Tetapi, pada dasarnya kebijakan cuti karyawan sangat tergantung pada perusahaan, karena dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan cuti tahunan ditetapkan berdasarkan hasil diskusi antara karyawan dan perusahaan.

2. Cuti Sakit

Pada dasarnya tidak ada batasan untuk cuti sakit, tetapi kebijakan ini tergantung pada perusahaan masing-masing. Apabila Anda sakit, anda berhak mendapatkan izin tidak masuk kantor selama Anda memiliki surat keterangan dari dokter. Lama masa cuti sakit bergantung pada lama istirahat yang dicantumkan dokter di surat keterangan tersebut.

Bagi wanita, cuti menstruasi/haid tercantum pada undang-undang, pada pada hari pertama dan hari keadua apabila merasakan sakit.

3. Cuti tidak berbayar

Peraturan mengenai pelaksanaan cuti ini seharusnya diatur secara jelas oleh perusahan untuk memberikan kejelasan kepada karyawan mengenai karyawan yang boleh mengambil cuti dengan gaji tetap dibayar. Termasuk mengenai cuti tambahan ketika karyawan tidak bisa datang bekerja karena sakit. Jadi, pada dasarnya ini kembali pada kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan untuk memberlakukan cuti sakit ke dalam cuti tahunan atau tidak.


Selain itu, ada beberapa cuti umum yang dimiliki perusahaan lain, diantaranya:

1. Cuti Penting

Pekerja berhalangan hadir/melakukan pekerjaannya dikarenakan suatu alasan penting. Dalam pasal 93 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan disebutkan bahwa pekerja berhak atas cuti tidak masuk kerja karena halangan dan tetap dibayar penuh. Alasan/keperluan penting tersebut mencakup :

  • Pekerja menikah, dibayar untuk 3 (tiga) hari
  • Menikahkan anaknya, dibayar untuk 2 (dua) hari
  • Mengkhitankan anaknya, dibayar 2 (dua) hari
  • Membaptiskan anaknya, dibayar untuk 2 (dua) hari
  • Istri melahirkan/mengalami keguguran kandungan, dibayar 2 (dua) hari
  • Suami/Istri, orang tua/mertua, anak atau menantu meninggal dunia, dibayar untuk 2 (dua) hari
  • Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk 1 (satu) hari

2. Cuti Hamil

Peraturan mengenai cuti hamil tertulis pada pasal 82 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, di dalam pasal tersebut dituliskan bahwa perempuan yang sedang hamil berhak mendapatkan waktu cuti 1.5 bulan sebelum kelahiran dan 1.5 bulan setelah kelahiran. Selama cuti hamil, karyawan wanita masih berhak untuk mendapatkan gaji secara utuh dari perusahaan, ini tercantum pada pasal 84 UU Nomor 13 Tahun 2003. Cuti hamil ini tidak mengurangi cuti tahunan karyawan wanita.

3. Cuti Besar

Cuti besar diberikan kepada karyawan yang sudah memberikan loyalitasnya kepada perusahaan biasanya cuti besar ini diberikan kepada karyawan yang tekah bekerja minimum 6 tahun, namun peraturan mengenai cuti besar ini diberikan tergantung pada perusahaan karena ada perusahaan yang tidak menyediakan cuti besar ini. Jatah cuti besar ini tidak mengurangi jatah cuti tahunan karyawan.

4. Cuti Bersama

Cuti bersama adalah hari dimana karyawan di seluruh perusahaan mendapatkan cuti yang diatur oleh pemerintah, penghitungan cuti bersama ini merupakan bagian dari cuti tahunan, maka apabila Anda mengambil pada hari cuti bersama maka ini akan memotong jatah cuti tahunan Anda. 

 

Did this answer your question?